ANALISIS KEMAMPUAN HOTS SISWA KELAS VIII SMP
Keywords:
Higher Order Thinking Skills (HOTS), kemampuan berpikir tingkat tinggi, Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV), pembelajaran matematikaAbstract
Kemampuan Higher Order Thinking Skills (HOTS) merupakan salah satu kompetensi yang harus dimiliki peserta didik untuk menghadapi tantangan pembelajaran abad ke-21. Namun, kemampuan HOTS siswa pada pembelajaran matematika, khususnya materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV), masih tergolong rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan HOTS siswa kelas VIII SMP pada materi SPLDV berdasarkan indikator menganalisis (C4), mengevaluasi (C5), dan mencipta (C6). Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian terdiri atas 30 siswa kelas VIII pada salah satu SMP di Kota Medan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa lima soal uraian berbasis HOTS yang telah disusun berdasarkan indikator revisi Taksonomi Bloom. Data dikumpulkan melalui tes dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan HOTS siswa masih berada pada kategori rendah dengan rata-rata ketercapaian sebesar 35%. Persentase ketercapaian pada indikator menganalisis (C4) sebesar 41,67%, mengevaluasi (C5) sebesar 25%, dan mencipta (C6) sebesar 25%. Kesalahan yang paling banyak ditemukan meliputi kesalahan dalam memahami permasalahan, mentransformasikan informasi ke dalam model matematika, menerapkan prosedur penyelesaian, serta menarik kesimpulan akhir. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran matematika perlu lebih berorientasi pada pengembangan kemampuan berpikir tingkat tinggi melalui pemberian soal kontekstual, strategi pembelajaran yang mendorong penalaran, dan asesmen yang mampu mengukur HOTS secara komprehensif.








